Toxic positivity sering membuat seseorang merasa bersalah saat sedih. Lingkungan mendorong kita untuk terus terlihat kuat, sabar, dan bersyukur. Padahal, sedih itu wajar dan manusiawi.
Namun, ketika orang menganggap emosi negatif sebagai tanda kurang iman atau kurang bersyukur, tekanan justru bertambah. Akhirnya, kita bukan cuma sedih, tapi juga merasa “bersalah” karena sedih.
Apa Itu Toxic Positivity?
Toxic positivity adalah dorongan untuk selalu berpikir positif sampai menolak emosi negatif. Seseorang jadi merasa harus cepat-cepat “baik-baik saja” meskipun hatinya belum siap.
Sebagai contoh, orang yang sedang berduka sering mendengar kalimat seperti, “Disyukuri saja,” atau “Semua pasti ada hikmahnya.” Walaupun terdengar menenangkan, kalimat seperti ini sering membuat perasaan terasa tidak dianggap. Akibatnya, seseorang mulai meragukan emosinya sendiri.
Kenapa Rasa Bersalah Muncul Saat Sedih?
Sejak kecil, banyak orang menerima pesan seperti “jangan cengeng” atau “harus kuat.” Lama-kelamaan, pesan itu membentuk keyakinan bahwa sedih berarti lemah.
Selain itu, tekanan sosial dan budaya juga ikut memperkuat pola ini. Ajakan untuk “harus sabar” atau “harus bersyukur terus” sering membuat seseorang menekan emosinya sendiri. Ketika perasaan sedih muncul, rasa bersalah ikut menyusul karena merasa tidak sesuai dengan standar tersebut.
Baca Juga: Waspadai Kecanduan Judi Online: Kenali Ciri, Penyebab, Dampak, dan Cara Menghindarinya
Dampak Toxic Positivity bagi Kesehatan Mental
Emosi yang ditekan tidak benar-benar hilang. Sebaliknya, tubuh tetap menyimpan tekanan dan stres tersebut. Karena itu, toxic positivity justru bisa meningkatkan tekanan tersebut.
Di sisi lain, hubungan sosial juga bisa ikut terkena dampaknya. Saat seseorang merasa tidak divalidasi, ia cenderung menutup diri. Dalam jangka panjang, keakraban dalam hubungan pun berkurang.
Cara Menghadapi Toxic Positivity
Supaya emosi lebih seimbang, kamu bisa mulai dari langkah sederhana berikut.
- Akui Perasaan Tanpa Menghakimi
Sadari bahwa sedih bukan kesalahan. Tulis perasaanmu agar kamu bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri.
- Latih Self-Compassion
Coba berbicara pada diri sendiri dengan lebih lembut. Ingatkan diri bahwa setiap orang punya fase sulit dalam hidupnya.
- Ganti Kalimat yang Menekan dengan Kalimat Empatik
Daripada berkata, “Aku tidak boleh sedih,” ubah menjadi, “Aku memang lagi sedih, dan itu wajar.” Saat mendukung orang lain, kamu bisa berkata, “Aku paham ini berat buat kamu.”
- Bangun Regulasi Emosi Secara Bertahap
Tarik napas perlahan, beri jeda sebelum bereaksi, lalu kenali apa yang kamu rasakan. Dengan latihan konsisten, kamu bisa mengelola emosi tanpa harus menekannya.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Jika toxic positivity membuatmu terus merasa bersalah setiap kali sedih, atau jika emosi terasa makin berat, dukungan profesional bisa membantu. Psikolog dapat membantumu mengenali pola pikir yang memicu rasa bersalah sekaligus melatih regulasi emosi yang lebih sehat.
Baca Juga: Memahami Intermittent Explosive Disorder: Gejala, Penyebab, dan Dampak
Penutup
Toxic positivity sering membuat seseorang memaksa diri terlihat kuat, padahal setiap emosi punya fungsi penting. Ketika kamu memberi ruang pada perasaan, kamu sedang belajar jujur pada diri sendiri.
Kalau kamu merasa tekanan untuk selalu positif mulai mengganggu keseharian, kamu bisa mencari bantuan untuk melalui masa sulit ini. Bantuan itu ada, dan kamu berhak mendapat dukungan yang sehat.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com. Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika tekanan emosi mulai mengganggu aktivitas atau kestabilan emosimu, kamu dapat menghubungi Bening Psikologi. Tim profesional kami siap mendampingi melalui sesi konseling dengan pendekatan yang suportif dan aman.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


