toxic positivity di tempat kerja

Toxic positivity di tempat kerja sering muncul tanpa disadari. Banyak tim ingin menjaga suasana tetap optimis agar pekerjaan terasa lebih ringan. Namun, tekanan untuk selalu positif kadang membuat orang tidak nyaman membicarakan masalah pekerjaan yang sebenarnya terjadi.

Misalnya, sebuah proyek gagal lalu atasan berkata, Sudahlah, yang penting tetap positif. Kalimat seperti ini memang terdengar menyemangati. Namun, respons tersebut sering justru menutup kesempatan untuk evaluasi. Akibatnya, tim kehilangan kesempatan untuk memahami apa yang perlu diperbaiki.

Apa Itu Toxic Positivity di Lingkungan Kerja?

Toxic positivity muncul ketika seseorang memaksakan sikap optimis secara berlebihan. Dalam kondisi ini, tim mengabaikan emosi seperti kecewa, lelah, atau frustrasi.

Padahal, emosi tersebut sering muncul secara alami ketika seseorang menghadapi tekanan kerja. Tanpa ruang untuk membicarakan hal itu, karyawan cenderung memendam masalah.

Sebaliknya, positivity yang sehat berarti tidak menutup mata pada kondisi yang sedang terjadi. Setelah itu, tim dapat bersama-sama mencari solusi yang lebih baik.

Tanda-Tanda Toxic Positivity di Kantor

Beberapa pola yang sering muncul dalam lingkungan kerja seperti berikut.

  1. Keluhan Langsung Dibalas Motivasi

Ketika seseorang menyampaikan kesulitan, respons yang muncul langsung berupa kalimat penyemangat. Akibatnya, orang tersebut merasa tidak benar-benar didengar.

  1. Orang Menjadi Tidak Nyaman Bicara Jujur

Selain itu, karyawan mulai menahan diri untuk menyampaikan masalah. Mereka khawatir orang lain menganggap mereka terlalu negatif.

  1. Budaya “Noted” Mulai Terbentuk

Di sisi lain, sebagian karyawan memilih selalu menyetujui keputusan atasan meskipun beban kerja sebenarnya sudah berat.

Contoh Toxic Positivity di Kantor

Dalam keseharian, toxic positivity sering muncul melalui kalimat yang terdengar motivasional.

Misalnya, seorang atasan berkata, Ya sudah, lain kali pasti lebih baik.” Padahal tim sebenarnya membutuhkan evaluasi.

Contoh lain muncul ketika karyawan sudah kelelahan tetapi tetap diminta lembur dengan kalimat seperti, Kerja keras pasti ada balasannya.”

Ada juga respons seperti, Bersyukur aja masih punya pekerjaan.” Kalimat ini sering muncul ketika karyawan menyampaikan beban kerja yang berat.

Baca Juga: Parentifikasi: Dampak Anak yang Dipaksa Dewasa Sebelum Waktunya

Dampak Toxic Positivity bagi Karyawan

Jika kondisi ini terus terjadi, karyawan dapat mengalami stres. Dari luar mereka terlihat tetap bekerja seperti biasa, tetapi di dalam merasa makin lelah.

Selain itu, masalah yang tidak pernah dibicarakan dapat memicu burnout. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat mengurangi kerja sama tim karena orang menghindari diskusi yang lebih serius.

Cara Mengurangi Toxic Positivity di Tempat Kerja

Lingkungan kerja yang sehat dapat berkembang melalui komunikasi yang lebih terbuka.

  • Dengarkan Sebelum Memberi Nasihat

Ketika rekan kerja menghadapi kesulitan, cobalah mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan nasihat.

  • Beri Ruang untuk Evaluasi

Kesalahan atau kegagalan dapat menjadi kesempatan belajar jika tim membicarakannya secara terbuka.

  • Gunakan Kalimat yang Lebih Empatik

Misalnya dengan mengatakan, Sepertinya proyek ini cukup berat. Bagian mana yang paling dirasa sulit?

Baca Juga: Toxic Positivity: Kenapa Kita Jadi Merasa Bersalah Saat Sedih?

Penutup

Sikap positif memang membantu menjaga semangat kerja. Namun toxic positivity di tempat kerja bisa terjadi ketika tuntutan untuk selalu positif membuat orang sulit bicara jujur.

Lingkungan kerja yang sehat tidak selalu bebas masalah. Sebaliknya, tim yang sehat mampu mengakui kesulitan, membicarakannya secara terbuka, lalu mencari solusi bersama.

Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com. Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:

Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/

Jika tekanan kerja mulai memengaruhi kesehatan mental atau keseimbangan emosimu, kamu dapat menghubungi Bening Psikologi. Tim profesional kami siap mendampingi melalui sesi konseling dengan pendekatan yang suportif dan aman.

Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.

Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.