Pernah sudah mengambil keputusan, tetapi beberapa saat kemudian muncul pikiran, “Jangan-jangan aku salah pilih?”
Meragukan keputusan sendiri atau self-doubt bisa terjadi ketika seseorang takut salah, terlalu banyak mempertimbangkan kemungkinan, atau merasa perlu mendapatkan kepastian dari orang lain. Keraguan setelah mengambil keputusan juga dapat membuat penyesalan terasa lebih kuat.
Namun, merasa ragu tidak selalu berarti keputusan yang dibuat memang salah.
Apa Itu Self-Doubt?
Self-doubt adalah keraguan terhadap kemampuan, penilaian, atau keputusan diri sendiri. Dalam konteks pengambilan keputusan, seseorang bisa terus mempertanyakan apakah pilihannya sudah tepat meskipun keputusan tersebut sudah dibuat.
Sesekali mengevaluasi keputusan sebenarnya wajar. Masalah muncul ketika seseorang terus-menerus membuka kembali keputusan yang sama tanpa adanya informasi baru.
Kenapa Sering Meragukan Keputusan Sendiri?
Beberapa hal dapat membuat keraguan semakin kuat.
1. Terus memikirkan pilihan yang tidak dipilih
Setelah memilih satu opsi, kita masih bisa membayangkan bagaimana jika memilih pilihan lainnya. Akibatnya, pilihan yang sudah diambil terasa kurang meyakinkan.
Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah pilihan yang tidak diambil akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
2. Takut membuat kesalahan
Keputusan yang dianggap penting dapat membuat seseorang terlalu fokus pada kemungkinan buruk. Akhirnya, rasa takut salah justru membuat proses berpikir semakin panjang.
3. Terlalu banyak pilihan
Semakin banyak pilihan yang harus dibandingkan, semakin sulit merasa yakin. Terlalu lama menganalisis juga dapat membuat seseorang semakin sulit menentukan pilihan.
4. Perfeksionisme
Keinginan untuk selalu membuat keputusan yang tepat dapat membuat seseorang sulit menerima kemungkinan bahwa tidak semua pilihan akan menghasilkan hasil sempurna.
5. Terlalu bergantung pada validasi orang lain
Jika terbiasa meminta pendapat banyak orang, seseorang bisa semakin sulit mempercayai penilaiannya sendiri. Pendapat orang lain boleh menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya penentu keputusan.
Baca Juga: Benarkah Anak “Bermasalah” Sebenarnya Sedang “Berbicara”?
Hasil Buruk Tidak Selalu Berarti Keputusanmu Salah
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menilai keputusan hanya dari hasil akhirnya.
Misalnya, kamu memilih pekerjaan berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. Setelah beberapa bulan, kondisi perusahaan berubah dan hasilnya tidak sesuai harapan.
Hal tersebut tidak otomatis berarti keputusan awalmu buruk.
Cobalah bertanya, “Apakah keputusan ini masuk akal berdasarkan informasi yang aku punya saat itu?”
Dengan begitu, kamu dapat menilai kualitas proses pengambilan keputusan, bukan hanya hasil akhirnya.
Cara Mengurangi Kebiasaan Meragukan Keputusan Sendiri
1. Kenali sumber keraguan
Tanyakan apakah kamu ragu karena kurang informasi, takut salah, takut dinilai orang lain, atau karena hasilnya tidak sesuai harapan.
2. Batasi waktu untuk berpikir
Tidak semua keputusan membutuhkan analisis tanpa batas. Tentukan informasi apa yang memang diperlukan, lalu beri diri sendiri batas waktu untuk mengambil keputusan.
3. Jangan terus mencari kepastian
Meminta pendapat orang lain bisa membantu, tetapi terlalu sering mencari kepastian dapat membuat kamu semakin sulit mempercayai diri sendiri.
4. Mulai dari keputusan kecil
Bangun self-trust melalui keputusan sehari-hari. Kamu tidak harus selalu membuat keputusan sempurna untuk belajar bahwa dirimu mampu menghadapi konsekuensinya.
5. Terima bahwa keputusan tidak selalu sempurna
Keputusan yang baik bukan berarti selalu menghasilkan sesuatu yang sesuai harapan. Terkadang, kita baru mengetahui apakah suatu pilihan cocok setelah menjalaninya.
Kapan Perlu Mencari Bantuan?
Jika kebiasaan meragukan diri sendiri membuatmu terus-menerus overthinking, sulit mengambil keputusan, membutuhkan validasi secara berlebihan, atau mulai mengganggu pekerjaan dan hubungan, kamu dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Baca Juga: Kenapa Anak Takut Mengungkapkan Pendapat?
Penutup
Sering meragukan keputusan sendiri tidak selalu berarti kamu lemah atau tidak mampu mengambil keputusan. Keraguan dapat muncul karena takut salah, terlalu banyak berpikir, perfeksionisme, atau terlalu bergantung pada penilaian orang lain.
Belajar mempercayai diri sendiri bukan berarti tidak pernah ragu. Self-trust tumbuh ketika kamu belajar mengambil keputusan, menerima ketidakpastian, mengevaluasi pengalaman, dan tetap melangkah.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com.
Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika kamu merasa keraguan terhadap diri sendiri semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, kamu dapat berkonsultasi bersama tim profesional Bening Psikologi melalui layanan konseling yang aman dan suportif.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


