Anak tidak selalu langsung berani ketika menghadapi sesuatu yang baru. Rasa takut, cemas, atau khawatir gagal bisa membuat anak memilih mundur atau menolak mencoba.
Karena itu, orang tua tidak perlu memaksa. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat belajar bahwa mencoba hal baru tidak harus langsung berhasil dan keterampilan bisa berkembang melalui latihan.
Cara Membantu Anak Lebih Berani Mencoba Hal Baru
1. Jadilah Teladan yang Berani Mencoba
Anak banyak belajar dari apa yang dilihatnya. Tunjukkan bahwa orang tua juga berani mencoba sesuatu yang baru dan ceritakan pengalamannya.
Misalnya, “Tadi Ibu coba resep baru. Awalnya ragu, tapi ternyata enak.”
2. Hargai Usaha, Bukan Hanya Hasil
Fokuskan apresiasi pada proses, bukan apakah anak berhasil atau tidak. Misalnya, “Aku lihat kamu sudah berusaha,” atau “Yang penting kamu sudah mau mencoba.”
Cara ini membantu anak memahami bahwa kegagalan bukan berarti dirinya tidak mampu. Anak dapat belajar melihat kemampuan sebagai sesuatu yang bisa berkembang melalui latihan.
3. Mulai dari Hal Kecil dan Bertahap
Jangan langsung memberikan target yang besar. Pecah tantangan menjadi langkah yang lebih sederhana.
Misalnya, mulai dengan mencoba satu sendok makanan baru, menyapa satu orang, atau mengikuti kegiatan selama 15 menit. Setelah anak mulai nyaman, tantangan dapat ditingkatkan secara perlahan.
4. Ciptakan Lingkungan yang Aman
Anak membutuhkan ruang untuk mencoba tanpa takut diejek atau dibandingkan dengan anak lain. Ketika anak merasa cemas, orang tua dapat mengatakan, “Wajar kalau kamu merasa takut. Ibu di sini.”
Jika anak sudah terlalu tegang, beri kesempatan untuk beristirahat dan mencoba lagi ketika sudah lebih siap.
5. Berikan Pilihan Sederhana
Anak cenderung lebih berani ketika merasa memiliki kendali. Berikan pilihan terbatas, seperti, “Mau coba kelas renang atau menggambar dulu?” atau “Mau coba sekarang atau setelah makan?”
Dengan begitu, anak tetap memiliki ruang untuk mengambil keputusan tanpa merasa dipaksa.
6. Ajarkan bahwa “Belum Bisa” Itu Normal
Bantu anak mengubah pola pikir “Aku tidak bisa” menjadi “Aku belum bisa, tapi bisa belajar.”
Jelaskan bahwa setiap orang membutuhkan latihan ketika mempelajari sesuatu yang baru. Kesalahan dan kegagalan juga dapat menjadi bagian dari proses belajar.
7. Gunakan Pujian yang Spesifik
Daripada hanya mengatakan “Kamu pintar”, berikan apresiasi yang menunjukkan perilaku yang dilakukan anak.
Misalnya, “Kamu tadi berani naik perosotan meski awalnya takut,” atau “Aku suka caramu tidak langsung menyerah saat merasa kesulitan.”
Pujian seperti ini membantu anak memahami keberanian dan usaha yang sudah ia lakukan.
8. Bantu Anak Mengenali Perasaannya
Ajak anak memahami apa yang membuatnya takut atau ragu. Orang tua dapat bertanya, “Kamu takut karena belum pernah mencoba, ya?” atau “Apa yang paling kamu khawatirkan kalau mencoba ini?”
Ketika perasaannya sudah dipahami, anak dapat lebih siap menentukan langkah kecil yang ingin dicoba.
Baca Juga: Pelatihan Psikoterapi Powerful 2026
Hal yang Perlu Dihindari
Dalam membantu anak berani mencoba, hindari memaksa, mengejek, atau membandingkannya dengan anak lain. Setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda dalam menghadapi hal baru.
Tujuannya untuk membantu anak merasa cukup aman untuk mencoba meskipun masih memiliki rasa takut.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Jika rasa takut atau kecemasan anak terhadap hal baru sangat kuat, terus berlangsung, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sekolah, maupun hubungan sosial, orang tua dapat mempertimbangkan konsultasi dengan tenaga profesional.
Pendampingan dapat membantu orang tua memahami apa yang membuat anak kesulitan dan menentukan cara yang sesuai dengan kebutuhannya.
Baca Juga: Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Sejak Dini
Penutup
Membantu anak berani mencoba hal baru bukan berarti menghilangkan rasa takutnya. Anak justru perlu belajar bahwa rasa takut bisa muncul, tetapi ia tetap dapat mengambil langkah kecil ketika sudah merasa siap.
Dengan menjadi teladan, menghargai usaha, memberikan pilihan, dan menciptakan lingkungan yang aman, orang tua dapat membantu anak membangun keberanian secara bertahap.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com.
Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika kamu merasa kesulitan mendampingi anak menghadapi rasa takut atau keraguan untuk mencoba hal baru hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan, atau sekolah, kamu dapat berkonsultasi bersama tim profesional Bening Psikologi melalui layanan konseling yang aman dan suportif.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


