Pernah mendengar anak berkata, “Aku nggak bisa,” bahkan sebelum mencoba? Kalimat ini tidak selalu berarti anak malas atau tidak mau berusaha.
Anak sering bilang “aku nggak bisa” bisa menjadi tanda bahwa ia sedang frustrasi, takut gagal, merasa tugas terlalu sulit, atau membutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya.
Mengapa Anak Sering Bilang “Aku Nggak Bisa”?
1. Frustrasi Saat Menghadapi Kesulitan
Ketika sesuatu terasa sulit, anak bisa merasa kecewa dan tidak nyaman. Karena kemampuan mengelola frustrasi masih berkembang, anak mungkin memilih berhenti mencoba dan mengatakan, “Aku nggak bisa.”
2. Memiliki Pola Pikir yang Kaku
Anak-anak bisa terjebak dalam pola pikir kalau bakat itu sudah bawaan lahir. Misalnya, “Aku memang nggak pintar matematika.”
Pola pikir ini membuat kegagalan terasa seperti bukti bahwa dirinya tidak mampu, bukan sebagai bagian dari proses belajar.
3. Takut Gagal atau Takut Salah
Demi menghindari kegagalan dan penilaian orang, anak-anak sering memakai kata “Aku nggak bisa” sebagai alasan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri karena mereka takut berbuat salah.
4. Tugas Terasa Terlalu Sulit
Bisa jadi masalahnya bukan pada kemauan anak, tetapi tugas yang diberikan memang belum sesuai dengan kemampuan mereka saat itu.
Instruksi yang terlalu panjang atau aktivitas yang terlalu kompleks dapat membuat anak merasa kewalahan.
5. Pengalaman Gagal Berulang
Kegagalan yang berulang bisa menanamkan keyakinan pada anak bahwa usaha mereka tidak akan mengubah keadaan. Dampaknya, mereka jadi enggan mengambil mencoba lagi karena telanjur yakin hasilnya akan sama saja.
6. Sedang Membutuhkan Dukungan
“Aku nggak bisa” terkadang adalah cara anak mengatakan bahwa ia sedang lelah, kecewa, atau membutuhkan bantuan dan perhatian.
7. Terlalu Sering Dikoreksi atau Dibandingkan
Komentar sepele seperti membanding-bandingkan atau mempertanyakan kemampuan anak justru bisa meruntuhkan rasa percaya diri mereka. Kalimat tersebut tanpa sadar menanamkan keyakinan di kepala anak bahwa mereka tidak mampu memenuhi ekspektasi.
Jika berlangsung terus-menerus, pengalaman tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri anak ketika menghadapi masalah.
Baca Juga: Pelatihan Fundamental Hypnosis
Bagaimana Cara Merespons Anak yang Bilang “Aku Nggak Bisa”?
Orang tua tidak harus langsung mengatakan, “Kamu pasti bisa.” Cobalah merespons dengan cara yang membantu anak memahami perasaannya.
1. Validasi Perasaannya
“Kelihatannya ini memang susah, ya.”
Validasi membantu anak merasa dipahami sebelum diajak mencari solusi.
2. Gunakan Kata “Belum”
Daripada mengatakan “Kamu nggak bisa”, bantu anak mengatakan, “Aku belum bisa.”
Kata “belum” menunjukkan bahwa kemampuan anak masih dapat berkembang.
3. Hargai Usahanya
Perhatikan proses yang sudah dilakukan anak, tidak hanya hasil akhirnya.
Misalnya, “Tadi kamu sudah mencoba beberapa kali. Bagian mana yang paling sulit?”
4. Pecah Menjadi Langkah Kecil
Jika tugas terasa terlalu berat, bantu anak mengerjakannya sedikit demi sedikit.
“Kita coba satu bagian dulu, yuk.”
5. Berikan Pilihan
Cobalah untuk memberikan mereka kendali atas situasinya melalui pertanyaan sederhana seperti, “Mau Mama temani atau mau coba sendiri dulu?”
6. Cari Tahu Kebutuhannya
Perhatikan apakah anak sedang lapar, mengantuk, lelah, atau mengalami sesuatu yang membuatnya kesal. Terkadang, anak memang membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum mencoba kembali.
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Profesional?
Mendengar anak mengeluh tidak bisa sebenarnya adalah hal yang normal. Yang tidak normal adalah jika perilaku ini menetap menjadi sebuah pola seperti selalu takut gagal, sering minder, cemas akut saat mencoba hal baru, atau perilakunya mendadak berubah drastis.
Konsultasi dengan profesional dapat membantu memahami apakah anak membutuhkan dukungan dalam aspek emosi, pembelajaran, perkembangan, atau lingkungan.
Baca Juga: Anak Sering Bertanya Kenapa? Kenali Alasan di Baliknya
Penutup
Anak sering bilang “aku nggak bisa” tidak selalu berarti tidak mau berusaha. Kalimat tersebut dapat menjadi sinyal bahwa anak sedang menghadapi frustrasi, takut gagal, merasa kewalahan, atau membutuhkan dukungan.
Dengan memahami apa yang ada di balik kalimat tersebut, orang tua dapat membantu anak merasa lebih aman, memahami kesulitannya, dan menemukan langkah kecil untuk mencoba kembali.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com.
Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika kamu merasa kesulitan memahami perubahan perilaku, emosi, atau proses belajar anak, kamu dapat berkonsultasi bersama tim profesional Bening Psikologi melalui layanan konseling yang aman dan suportif.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


