Pernah punya pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi rasanya berat untuk mulai? Anehnya, setelah berhasil mengerjakannya beberapa menit, kamu justru bisa terus melanjutkan sampai selesai.
Wajar kalau memulai terasa berat. Otak kita memang butuh usaha ekstra untuk memulai suatu aktivitas. Kita perlu mengalihkan perhatian, menentukan harus mulai dari mana, dan menghadapi rasa tidak nyaman yang muncul sebelum mulai.
Kenapa Memulai Terasa Lebih Sulit?
1. Memulai sesuatu menuntut kesiapan mental
Saat akan mulai mengerjakan sesuatu, kita perlu mengumpulkan fokus, menentukan langkah pertama, dan mengabaikan berbagai gangguan.
Kalau tugas terasa membosankan, sulit, atau hasilnya tidak terlihat, kita lebih mudah memilih aktivitas yang terasa menyenangkan, seperti scrolling media sosial atau menonton video.
2. Kita sering merasa tugasnya lebih berat dari kenyataannya
Sebelum mulai, kita bisa membayangkan berbagai hal yang membuat tugas terasa menakutkan.
Pikiran seperti ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman. Akhirnya, menunda terasa lebih mudah daripada menghadapi rasa tidak nyaman tersebut.
3. Kita tidak tahu harus mulai dari mana
Pekerjaan seperti belajar, membersihkan kamar, atau menyusun laporan sering kali terlihat mudah padahal cakupannya sangat luas.
Tanpa awalan yang pasti, waktu kita bisa habis hanya untuk bingung menentukan titik mulai. Cara terbaik adalah memecah rencana besar tersebut menjadi bagian kecil.
Melangkah sedikit demi sedikit terasa jauh lebih ringan karena pikiran kita menjadi lebih fokus tanpa beban yang menumpuk.
4. Setelah mulai, biasanya lebih mudah untuk melanjutkan
Ada konsep psikologi yang dikenal sebagai Zeigarnik effect. Sederhananya, sesuatu yang sudah kita mulai cenderung tetap berada dalam pikiran sehingga muncul dorongan untuk melanjutkannya.
Itulah mengapa bagian tersulit terkadang memang hanya beberapa menit pertama.
5. Semangat bisa berubah di tengah jalan
Memulai sesuatu yang baru biasanya terasa menyenangkan. Ada rasa penasaran dan semangat karena semuanya masih terasa fresh.
Namun, ketika pekerjaan mulai terasa rutin atau membosankan, semangat bisa menurun. Karena itu, jangan selalu mengandalkan motivasi untuk menyelesaikan sesuatu.
Kadang, yang kita butuhkan adalah tetap melanjutkan sedikit demi sedikit.
6. Takut hasilnya tidak sempurna juga bisa membuat kita menunda
Ada kalanya kita sebenarnya ingin mulai, tetapi terlalu banyak memikirkan hasil akhirnya.
Takut salah, takut gagal, atau merasa hasilnya harus sempurna bisa membuat kita memilih tidak mengerjakan sama sekali.
Cobalah ganti pola pikir “Aku harus melakukannya dengan sempurna” menjadi “Aku mulai dulu, nanti bisa diperbaiki.”
Baca Juga: Sulit Bilang “Tidak”? Kenali Penyebab dan Cara Membangun Batasan Diri
Bagaimana Agar Lebih Mudah Memulai?
1. Coba Mulai Dulu selama 2 menit
Katakan pada diri sendiri, “Aku kerjakan dua menit saja.”
Dua menit mungkin terdengar kecil, tetapi tujuannya adalah melewati rasa berat di awal. Setelah mulai, sering kali kita merasa lebih mudah untuk melanjutkan.
2. Buat langkah pertama sekecil mungkin
Jangan langsung memberikan target yang terlalu besar. Fokuslah pada langkah pertama, bukan secara keseluruhan.
“Menulis artikel” bisa dimulai dengan membuka dokumen. “Belajar” bisa dimulai dengan membuka satu halaman. “Olahraga” bisa dimulai dengan mengganti pakaian dan memakai sepatu.
3. Jangan terlalu lama menunggu mood
Kalau selalu menunggu sampai benar-benar merasa siap atau bersemangat, pekerjaan akan terus tertunda.
Coba mulai meskipun belum merasa 100% siap. Perasaan ingin mengerjakan terkadang justru muncul setelah kita mulai.
4. Tentukan waktu yang jelas
Daripada mengatakan, “Nanti aku kerjakan,” tentukan waktunya.
Semakin jelas kapan dan di mana kamu akan mulai, semakin kecil kemungkinan pekerjaan tersebut terus bergeser ke “nanti”.
Kapan Kesulitan Memulai Perlu Diperhatikan?
Sesekali sulit memulai sesuatu adalah hal yang wajar. Namun, jika kebiasaan menunda terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu pekerjaan, pendidikan, hubungan, atau aktivitas sehari-hari, ada baiknya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Kesulitan memulai bisa berkaitan dengan berbagai hal, seperti stres, kecemasan, kelelahan, perfeksionisme, atau pola menunda yang sudah terbentuk.
Jika kamu merasa kesulitan mengelola pola tersebut sendiri, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi salah satu langkah untuk memahami penyebabnya dan mencari strategi yang lebih sesuai.
Baca Juga: Kenapa Sering Meragukan Keputusan Sendiri? Ini Cara Mengatasinya
Penutup
Memulai sesuatu terasa sulit bukan selalu karena kamu malas. Rasa takut gagal, bingung harus mulai dari mana, terlalu banyak berpikir, atau merasa tugas terlalu berat bisa membuat langkah pertama terasa lebih sulit.
Dengan mulai memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil dan tidak menunggu sampai benar-benar termotivasi, kamu dapat belajar membangun kebiasaan untuk mulai bergerak sedikit demi sedikit.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com.
Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika kamu merasa kesulitan memulai, sering menunda, atau pola tersebut sudah mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, kamu dapat berkonsultasi bersama tim profesional Bening Psikologi melalui layanan konseling yang aman dan suportif.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


