Pernah merasa sudah punya tujuan yang jelas, tetapi justru menunda, terlalu banyak berpikir, atau berhenti ketika mulai mendekati hasil yang diinginkan?
Bisa jadi kamu sedang mengalami self-sabotage. Self-sabotage adalah pola pikiran atau perilaku yang secara tidak sadar membuat kita menjauh dari tujuan yang sebenarnya ingin dicapai.
Contohnya bisa berupa menunda pekerjaan, terlalu perfeksionis, menghindari keputusan penting, terus mengatakan “aku pasti gagal”, atau cepat menyerah ketika menghadapi hambatan.
Mengapa Kita Melakukan Self-Sabotage?
1. Perubahan terasa tidak aman
Otak cenderung menyukai sesuatu yang sudah dikenal. Karena itu, perubahan yang sebenarnya positif tetap bisa terasa menakutkan karena membawa ketidakpastian.
Jika seseorang sudah terbiasa dengan kritik, kegagalan, atau kondisi yang tidak nyaman, situasi baru yang lebih baik justru bisa terasa asing. Akhirnya, tanpa sadar ia kembali pada pola lama yang sudah dikenalnya.
2. Takut gagal
Kegagalan terkadang tidak hanya dipandang sebagai hasil yang kurang baik, tetapi dianggap sebagai bukti bahwa diri sendiri tidak mampu.
Untuk menghindari perasaan tersebut, seseorang bisa menunda, tidak mempersiapkan diri dengan baik, atau bahkan berhenti sebelum benar-benar mencoba.
3. Takut sukses
Kesuksesan juga bisa menimbulkan rasa takut. Setelah berhasil, mungkin muncul ekspektasi yang lebih tinggi, tanggung jawab yang lebih besar, atau kekhawatiran tidak mampu mempertahankan pencapaian tersebut.
Akibatnya, seseorang justru merasa lebih nyaman kembali ke kondisi sebelumnya daripada menghadapi perubahan yang datang bersama kesuksesan.
4. Merasa tidak cukup baik
Pengalaman sering dikritik, diabaikan, atau diremehkan dapat membentuk keyakinan bahwa diri sendiri tidak cukup baik.
Ketika kesempatan baik datang, keyakinan tersebut bisa membuat seseorang merasa tidak pantas mendapatkannya. Tanpa sadar, ia kemudian melakukan sesuatu yang menghambat dirinya sendiri.
Baca Juga: Pelatihan Fundamental Hypnosis
Pola Self-Sabotage yang Sering Terjadi
Beberapa pola yang mungkin terlihat antara lain:
– Perfeksionisme: terus memperbaiki sesuatu karena merasa hasilnya belum cukup bagus.
– Prokrastinasi: terus menunda meski tahu tugas tersebut penting.
– Cepat menyerah: berhenti setelah mengalami satu atau dua kegagalan.
– Self-talk negatif: sering mengatakan “aku pasti gagal” atau “aku tidak mampu”.
– Menghindari komunikasi: memilih diam daripada menyampaikan kebutuhan atau pendapat.
Bagaimana Cara Mulai Menghentikannya?
1. Kenali polanya
Perhatikan kapan kamu mulai menunda, menghindari sesuatu, atau berbicara negatif kepada diri sendiri. Coba lihat apakah ada situasi tertentu yang selalu memicu pola tersebut.
2. Tanyakan apa yang sedang kamu lindungi
Alih-alih langsung menyalahkan diri sendiri, coba bertanya, “Sebenarnya, apa yang sedang coba aku hindari?”
Bisa jadi kamu sedang berusaha menghindari rasa malu, takut gagal, takut mengecewakan orang lain, atau takut menghadapi perubahan.
3. Ubah cara berbicara kepada diri sendiri
Daripada mengatakan, “Aku pasti gagal,” coba ubah menjadi, “Aku belum tahu hasilnya, tapi aku bisa mencoba.”
Kesalahan atau kegagalan dalam satu hal juga tidak otomatis menentukan nilai dirimu secara keseluruhan.
4. Mulai dari langkah kecil
Tidak perlu langsung mengubah semuanya. Mulailah dari tindakan yang sederhana, bahkan hanya 2–5 menit.
Misalnya, jika ingin menyelesaikan pekerjaan, cukup buka dokumen dan tuliskan satu kalimat. Langkah kecil dapat membantu mengurangi rasa berat untuk memulai.
5. Belajar menghadapi rasa tidak nyaman
Perubahan memang bisa terasa canggung dan tidak nyaman. Namun, rasa tidak nyaman tidak selalu berarti kamu berada di jalan yang salah.
Kadang, itu justru bagian dari proses belajar keluar dari pola lama.
Baca Juga: Kenapa Memulai Sesuatu Terasa Lebih Sulit daripada Menyelesaikannya?
Penutup
Intinya, self-sabotage bukan berarti kamu lemah atau malas. Bisa jadi, ada bagian dari dirimu yang sedang berusaha melindungi dari rasa takut, tekanan, atau ketidakpastian dengan cara yang sudah tidak lagi membantu.
Dengan mengenali pola dan memahami alasan di baliknya, kamu bisa mulai membangun respons yang lebih sehat dan mengambil langkah yang lebih sesuai dengan tujuan hidupmu.
Untuk membaca berbagai informasi seputar psikologi dan kesehatan mental, kamu dapat mengunjungi website beningpsikologi.com.
Ikuti juga media sosial Bening Psikologi untuk mendapatkan edukasi kesehatan mental yang ringan dan mudah dipahami:
Instagram : https://www.instagram.com/beningpsikologi01/
Youtube : https://www.youtube.com/@beningpsikologi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@beningpsikologi/
Jika kamu merasa pola self-sabotage terus berulang hingga mengganggu pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sehari-hari, kamu dapat berkonsultasi bersama tim profesional Bening Psikologi melalui layanan konseling yang aman dan suportif.
Untuk informasi lebih lanjut dan penjadwalan konsultasi, silakan hubungi WhatsApp Admin kami di 0815 2980 6789.
Bening Psikologi, Solusi Kesehatan Mental Anda.


